Dunia Judi Situs informasi lengkap perjudian

5 Orang Terkaya di Dunia Karena Judi

Table of Contents

5 Orang Terkaya di Dunia Karena Judi

Permainan Judi merupakan bisnis yang tak pernah redup pamornya. Sudah beberapa tahun puluhan juta orang mempertaruhkan uangnya di meja judi baik demi menambah pundi-pundi kekayaan dengan cepat ataupun sekedar iseng untuk mencari hiburan.

Ditambah dengan Teknologi yang sudah maju menyebabkan permainan judi dapat dimainkan lewat beberapa situs yang bisa anda mainkan hanya dengan menggunakan smartphone anda atau yang biasa kita sebut dengan Judi Online.

Tentunya orang yang paling untung dari permainan judi adalah pemilik bisnis judi itu sendiri. Maka melalui bisnis judi mereka bisa menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Ini adalah 5 orang terkaya dari berbisnis judi :

Sheldon Adelson–Rp.512 Triliun

Sheldon Adelson–Rp.512 Triliun

Forbes telah merilis 400 orang terkaya di Amerika Serikat (AS). Salah satu nama yang masuk ke dalam daftar tersenut adalah Sheldon Adelson. Mengutip dari Forbes, Kamis (1/10/2020), Sheldon Adelson adalah Chairman dan CEO Las Vegas
Sands
. Sumber kekayaannya berasal dari kasino yang berada di Las Vegas, Singapura dan Makau serta China sebagai pusat judi dunia.

Saat ini dirinya masuk dalam daftar orang terkaya Amerika Serikat di peringkat 19 dan orang terkaya dunia peringkat 28. Kekayaannya mencapai USD30,7 miliar atau setara Rp454,3 triliun (kurs Rp14.800 per USD). Dia memiliki lebih dari setengah dari kerajaan perjudian senilai USD14 miliar (penjualan) atau sekitar
Rp208 triliun. Pria 87 tahun ini juga termasuk miliarder tertua di AS.

Adelson adalah donor besar untuk organisasi Yahudi dan telah memberikan USD410 juta kepada Birthright, yang mendanai perjalanan ke Israel untuk orang dewasa muda Yahudi. Lalu dia juga seorang pendukung besar Presiden Trump, Adelson dan istrinya menyumbangkan USD123 juta untuk kampanye Partai Republik dan komite aksi politik pada tahun 2018.

Dia juga tidak hanya terjun ke bisnis kasino sampai usia 55 tahun, pada tahun 1989, ketika dia dan
rekan-rekannya membeli Sands Hotel & Casino di Las Vegas seharga USD128 juta. Putra imigran dari Lituania dan Wales, Adelson tumbuh di lantai rumah petak Boston. Adelson saat ini sedang dirawat karena kanker (limfoma non-Hodgkin), tetapi dia masih dapat memenuhi tugas eksekutifnya.

Lui Che Woo–Rp.207 Triliun

Lui Che Woo

Lui Che-Woo adalah direktur K. Wah Group, perusahaan yang bergerak di bidang properti, hiburan, dan perhotelan. Dia juga pendiri Galaxy Entertainment Group, perusahaan hotel dan kasino yang berbasis di Hong Kong.

Lui Che-Woo lahir pada 9 Agustus 1929 di Jiangmen, Cina. Pada 1934, ketika Lui Che-Woo berusia 5 tahun, perang pecah di Pasifik, termasuk di Cina. Menghindari perang, keluarganya mengungsi ke Hong Kong. Di Hong Kong, mereka mencoba bertahan hidup. Saat beranjak remaja, Lui Che-Woo berjualan makanan yang ia jajakan di pinggir jalan.

Kehidupan di jalanan pun mendewasakan Lui Che-Woo. Pada saat dia berusia dua puluhan, perang di kawasan Pasifik telah berhenti. Akibat perang tersebut, berbagai barang rusak dan rongsokan menumpuk di mana-mana. Lui Che-Woo melihat peluang. Dia kemudian mengimpor barang-barang rongsok itu, dan menjualnya di Hong Kong.

Sejak itu, Lui Che-Woo pun menjalankan bisnis barang rongsokan, yang sebagian besar berupa bahan-bahan konstruksi berupa baja dan besi. Dia mengimpor barang-barang sisa perang itu dari
Cina, Jepang, dan negara-negara lain. Perlahan-lahan, bisnis barang rongsok itu berubah menjadi usaha konstruksi yang menyediakan material dan bahan bangunan. Lalu dia pun mendirikan
perusahaan bernama K. Wah, pada 1955.

Memasuki tahun 1960-1980, Lui Che-Woo memasuki bisnis investasi properti serta pembangunan hotel di Hong Kong. Sepuluh tahun kemudian, pada 1990-an, usaha Lui Che-Woo berkembang pesat,
tidak hanya di Hong Kong, tetapi juga merambah Cina daratan. Sejak itulah, K. Wah Group menjadi perusahaan besar Hong Kong yang jaringan bisnisnya menyentuh berbagai bidang.

Memasuki tahun 2000-an, Lui Che-Woo mulai memasuki bisnis perjudian. Makau adalah pusat judi Asia, dan satu-satunya tempat di Cina yang melegalkan perjudian. Lui Che-Woo memasuki bisnis di Makau melalui perusahaan yang ia dirikan, bernama Galaxy Entertainment.

Mula-mula, Galaxy Entertainment berbisnis di bidang pusat perbelanjaan, arena konvensi, dan pusat
hiburan. Pada Mei 2011, Galaxy Entertainment membuka pusat kasino senilai 2 miliar dollar.

Pada 2012, bisnis perjudian milik Lui Che-Woo di bawah Galaxy Entertainment Group telah menjadi bisnis besar, bahkan menjadi operator kasino terbesar ketiga di Asia. Kini, Galaxy Entertainment memiliki 35 kasino di Makau, yang memberikan penghasilan besar bagi Lui Che-Woo. Dari berbagai
bisnisnya, dia berhasil mengumpulkan kekayaan hingga 13,5 miliar dollar, dan menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Johann Graf-Rp.111 Triliun

Johann Graf

Tumbuh di keluarga miskin tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk bisa mengubah nasibnya. Itulah yang dibuktikan Johann Graf, pebisnis mesin judi yang menjadi salah satu orang
kaya di Austria. Lewat bendera Novomatic Group, ia telah berhasil mengekspor mesin judi ke lebih dari 70 negara di dunia. Novomatic memiliki 18.000 karyawan yang beroperasi di lebih dari 32 negara di dunia. Kekayaannya di tahun ini mencapai US$ 6,1 miliar.

Menjadi pebisnis sukses lewat mesin judi tidak pernah terbayang dalam benak pria asal Austria, Johann Graf di masa kecilnya. Bahkan untuk menjadi orang kaya pun tidak pernah ia impikan.
Namun siapa sangka nasib berkata sebaliknya.

Majalah Forbes mencatat pria kelahiran 3 Januari 1946 ini memiliki kekayaan mencapai US$ 6,1 miliar per November 2018. Dengan mengantongi kekayaan sebesar itu, Graf berhasil menduduki
posisi sebagai orang terkaya urutan ke-186 di dunia.

Kekayaan yang ia hasilkan berasal dari Novomatic Group yang ia rintis sejak tahun 1980. Bisnis yang dijalankan yakni sebagai produsen mesin permainan judi. Untuk sejumlah pasar seperti Eropa dan Amerika, bisnis ini sangat menggiurkan karena potensi pasarnya yang besar.

Kini, Novomatic beroperasi di lebih dari 32 negara di seluruh dunia. Tidak hanya itu, Novomatic juga telah mengekspor mesin judi ke lebih dari 70 negara di dunia dengan memiliki jumlah karyawan sebanyak 18.000 orang. Pendapatan yang Johann peroleh dari Novomatic selama ini diperkirakan mencapai US$ 4,3 miliar.

Denise Coates–Rp.90 Triliun

Denise Coates

Denise Coates, wanita ini sering juga disebut ratu judi Inggris. Bagaimana tidak, dia merupakan otak di balik tenarnya judi online, wanita ini berhasil mengubah jaringan rumah judi turun temurun dari ayahnya menjadi raksasa judi online. Tak heran, Coates pun didapuk menjadi direktur dengan gaji paling tinggi di London.

Gaji tahunan Denise Coates sebagai CEO dari Bet365 pun baru saja naik menjadi 265 juta pound sterling atau sekitar Rp 4,77 triliun (pada kurs Rp 18.000). Jumlahnya lebih tinggi dari gaji yang diterima tahun sebelumnya yang kira-kira sebesar 217 juta pound sterling atau setara dengan Rp 3,90 triliun.

Bahkan, penghasilan wanita ini tiga kali lebih besar daripada yang diperoleh CEO Apple Tim Cook yang hanya mengantongi 80 juta pound sterling atau setara dengan Rp 1,44 triliun, padahal Apple perusahaan paling mahal di dunia.

Penghasilan Coates pun 25 kali lebih banyak dari yang diterima Bob Dudley sebagai bos BP dan 55 kali lebih banyak dari yang diterima Dave Lewis, Bos Tesco. Coates membangun bisnis onlinenya dari bangunan semi permanen yang berlokasi di kota Stoke, Inggris. Bangunan semi permanen ini dia sulap menjadi rumah judi.

Bet365 awalnya merupakan perusahaan keluarga Coates, sebuah dinasti bisnis senilai 5,8 miliar pound sterling (Rp 104 triliun). Peter Coates, ayahnya, menjadi pengusaha lokal yang sukses dan memiliki serangkaian rumah judi.

Tetapi dengan kecerdikannya Dennis Coates yang merupakan lulusan ekonometrika, dia tersadar akan peluang jackpot yang terbentang saat menjadikan sebuah industri judi ‘go online’.
Coates membeli nama domain Bet365.com dari eBay seharga US$ 25 ribu atau Rp 350 juta (kurs Rp.14.000), dia juga meminjam uang dari sana-sini untuk mengembangkan teknologi taruhan olahraga yang membuat lawan mainnya ketinggalan jauh.

Kala penyedia judi olahraga sibuk mencari dan membeli sistem online yang mereka butuhkan dari pihak ketiga, Bet365 sudah memilikinya dan menyebarkannya dengan sangat cepat.

Di bawah tangan Coates, Bet365 juga menikahi keunggulan teknologi dengan pemasaran yang cerdik. Mereka menyewa aktor Ray Winstone untuk menjadi bintang iklan di TV saat siaran langsung pertandingan olahraga, Ray diminta memerintahkan pemirsa untuk bertaruh, ‘taruhan di pertandingan ini, sekarang!’ katanya.

Selain itu, perusahaan judi ini pun mempunyai kepemilikan saham di klub sepak bola Inggris, Stoke City. Kepemilikan itu pun bisa menambahkan pemasukan sekaligus publikasi atas nama Bet365, meskipun Stoke City baru saja terdegrasasi dari liga Inggris.

Coates hingga kini memiliki 50,01% kepemilikan saham di Bet365 dan menjalankan operasional perusahaan bersama saudaranya, John Coates. Coates telah menghasilkan 482 juta pound sterling atau sekitar Rp 8,76 triliun dalam dua tahun terakhir.

Chen Lip Keong–Rp.70 Triliun

Chen Lip Keong

Meskipun tidak suka berjudi dan minus pendidikan bisnis, Chen Lip Keong sukses membangun kerajaan kasino. Jeli melihat peluang dan berani mengambil risiko merupakan kunci sukses Chen
dalam membangun bisnis yang jauh dari latar belakang pendidikannya, kedokteran.

Pada usianya yang ke-71 tahun, Chen Lip Keong dalam catatan Forbes mengantongi kekayaan senilai US$ 5,5 miliar. Pria Malaysia itu pun berada di urutan keenam orang terkaya di negerinya. Pundi-pundi kekayaan Chen bukan berasal dari bisnis biasa. Dia merupakan pemilik saham mayoritas NagaCorp, perusahaan induk dari beberapa tempat judi berkonsep resort kasino di Phnom Penh, Kamboja.

Chen yang tumbuh di daerah pertambangan timah Kinta Malaysia menempuh jalan yang terbilang panjang untuk menjadi miliarder. Lulus dari sekolah kedokteran Universitas Malaysia, Chen sempat
magang sebagai dokter umum di negaranya.

Namun menjadi tenaga medis bukan panggilan jiwanya. Pria kelahiran tahun 1948 ini lebih suka berbisnis. Chen pun memutuskan untuk menjalankan usaha di bidang properti. Dia juga sempat menjalankan perusahaan manufaktur yang memproduksi komponen pesawat yang didukung oleh Pemerintah Malaysia.

Chen mulai merambah bisnis kasino di tahun 1990. Kala itu, Chen yang sudah kaya raya memutuskan untuk mencari peluang baru di Kamboja. Kebetulan, Pemerintah Kamboja ketika itu membuka
tender bagi pengusaha yang tertarik untuk membuka kasino. Dengan memadukan bisnis properti dan kasino, tender berhasil dia menangkan. Chen mendapatkan lisensi Kasino pertama di Kamboja tahun 1994. Dia membangun NagaWorld
sebagai resort kasino terbesar di kawasan Indocina. Lisensi itu berlaku hingga 2065 dengan monopoli yang dijamin oleh Pemerintah Kamboja hingga 2035.