Dunia Judi Situs informasi lengkap perjudian

Berburu Adrenalin di Judi Online

Judi Poker Online Terbaru

Tak ada yang suka kalah, termasuk mereka yang gemar bermain di Situs Judi Online. Ini karena, menurut Mark Griffiths, seorang psikolog di Nottingham Trent University, ada banyak motivasi yang menyebabkan seseorang gemar berjudi. Dalam survey terhadap 5.500 penjudi, prospek untuk “memenangkan uang banyak” adalah faktor terkuat. Tapi kemudian diikuti dengan “karena ini menyenangkan” dan “karena ini seru”.

Ya, ada yang gemar berjudi lantaran berburu hormon adrenalin dan endorfin yang tetap dirasakan meski seseorang telah kalah bermain judi. Pada akhirnya, penjudi berjudi karena mereka merasa terhibur, dan hiburan adalah kebutuhan tersier manusia yang tidak bisa dinafikan. Temuan ini juga didukung oleh penelitian 2009, oleh peneliti dari University of Stanford di California,

Fakta bahwa penjudi bisa saja kehilangan uang setelah bermain Judi Online, tidak mempengaruhi kenikmatan mereka bermain Judi Online. “Orang tampaknya cukup puas dengan kemenangan kecil, dan mereka akan memberi toleransi pada kerugian kecil,” kata salah satu penulis penelitian, Sridhar Narayanan, pada waktu itu. “Mereka sadar bahwa dalam jangka panjang, mereka akan kalah daripada menang.”

Robb Rutledge, seorang ilmuwan ahli saraf di University College, London, dan koleganya melakukan eksperimen terhadap 26 subjek yang otaknya dipindai saat mereka melakukan serangkaian pilihan yang mirip dengan berjudi. Peserta juga diminta untuk menilai skala kebahagiaan mereka setelah mendapat giliran menebak. Dan sebuah eksperimen serupa – tanpa pemindaian otak – dilakukan pada lebih dari 18.000 peserta di sebuah aplikasi smartphone, The Great Brain Experiment. Berbagai temuan menarik, tim menemukan bahwa ketika peserta memiliki harapan yang kecil bahwa mereka akan menang, ekspetasi mereka terhadap permainan menjadi turun, tapi justru kegembiraan mereka meningkat pesat ketika mengalami kemenangan.

Ini kemudian didukung dengan data yang menunjukkan mereka merasa bahagia, di mana pemindaian otak menunjukkan aktivitas peningkatan di area otak yang terhubung dengan saraf dopamin, yakni sebuah pemancar saraf yang kompleks, dalam hal ini bisa terhubung dengan perubahan dalam kondisi emosional. “Jika orang kalah banyak, itu akan menurunkan harapan mereka, dan akibatnya kegembiraan mereka akan meningkat ketika mereka menang,” kata Rutledge. “Jika beberapa hal buruk terjadi berturutan pada Anda maka ekspektasi Anda turun – tapi kemudian Anda mendapat sesuatu hasil yang baik, dan Anda mungkin akan lebih bahagia,” jelas Rutledge yang menjelaskan dasar mengapa seorang penjudi tertap bersikeras berjudi meski sudah mengalami kekalahan berturut-turut.

Selain itu, permainan Judi Online memang dirancang untuk terus membuat pemain berminat dengan menawarkan hadiah pengganti, seperti kredit tambahan. Atau setelah kalah, kemungkinan untuk menang biasanya lebih besar dalam kesempatan berikutnya. Sayangnya masih sedikit penelitian yang melihat bagaimana mesin permainan dirancang untuk merangsang orang untuk terus berjudi. “Jika Anda memberi imbalan-imbalan kecil yang tak melulu berupa uang, maka orang akan tetap merespons,” kata Griffiths.

Semua temuan penelitian ini menyimpulkan bahwa judi tak selalu soal menang, melainkan justru proses bertaruhnya itu, dan faktor-faktor lain di sekitarnya yang membuatnya menyenangkan. Meski kecanduan berjudi tak bisa dijelaskan dengan sederhana lantaran ada banyak alasan yang memunculkan kecanduan pada seseorang, tapi tentu menarik untuk melihat bagaimana keseruan itu berkaitan dengan gaya permainan yang dimainkan. Dan tak dipungkiri, bahkan ketika seseorang kehilangan sejumlah banyak uang dalam berjudi, tetap saja itu merupakan permainan yang menghibur bagi mereka yang pulang dengan kantong kosong. Jadi, apakah Anda sudah siap berburu adrenalin?