Filipina adalah Surga Judi Online

by DuniaPenjudi.com

Judi Online di Filipina berlisensi PAGCOR

Tahukah Anda bahwa para pecinta Judi Online di Filipina bisa bermain dengan nyaman dan aman? Ini karena, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan tidak ingin pemerintah melarang bisnis perjudian online, meski mengaku bahwa dirinya bukanlah penggemar judi. Pernyataan itu disampaikan Duterte, menanggapi permintaan China yang ingin pemerintah Filipina melarang perjudian di negaranya.

Duterte memang bersikeras tidak ingin melarang perjudian baik judi konvensional maupun Judi Online karena akan merugikan perekonomian negara. Duterte, pada akhir 2016, bahkan mendukung langkah regulator permainan Filipina untuk melisensi perjudian online meski presiden berusia 74 tahun itu menyebut-nyebut perjudian online sebagai "perbuatan bodoh" dan tidak akan pernah memberi izin seandainya ada banyak lapangan pekerjaan yang tersedia.

"Kami memutuskan untuk mengambil manfaat demi kepentingan negara. Saya memutuskan bahwa kami membutuhkannya," kata Duterte dalam konferensi pers yang disiarkan televisi. Duterte juga memperingatkan kepada pihak operator perjudian online untuk tidak menghindari membayar biaya pajak mereka.

Perusahaan judi online, yang lebih dikenal sebagai operator perjudian offshore Filipina atau POGO, dianggap sebagai berkah bagi perekonomian lokal, menarik banyak pengunjung di China, serta memicu permintaan properti serta belanja ritel.

Duterte bahkan tak segan menyalahkan gereja katolik setempat yang melarang warga Filipina untuk ikut bermain judi online, lantaran judi onine dianggap berkontribusi pada pemasukan kas nasional melalui biaya lisensi. Dilansir Reuters, regulator permainan Filipina telah mengeluarkan lisensi untuk 60 perusahaan judi online.

Pekerja ilegal asal China

Pekerja judi online ilegal asal China di Manila

Maraknya perjudian online di Filipina, berimbas pada ditangkapnya menangkap 342 pekerja ilegal dari China dalam penggerebekan terbaru oleh otoritas Filipina. Ya, ratusan pekerja ilegal itu terlibat dalam aktivitas judi online tanpa izin.

Seperti dilansir Reuters dan Channel News Asia, penggerebekan yang dilakukan akhir tahun 2019 itu, masih bagian dari operasi menindak imigran ilegal dan industri perjudian gelap yang dikobarkan oleh besarnya hasrat warga China daratan untuk ikut bertaruh dalam judi online.

Aktivitas judi online berlisensi yang diberlakukan sejak tahun 2016 telah memicu keuntungan bagi perekonomian Filipina. Namun praktik judi ilegal yang menarik minat sejumlah besar imigran China masih menjamur, yang sebagian besar dipicu oleh kepentingan pribadi, korupsi dan lemahnya penegakan hukum.

Pada praktiknya, jumlah aktivitas judi ilegal yang tidak membayar pajak melebihi jumlah aktivitas judi berlisensi. Otoritas penegak hukum di Filipina dan China mencurigai beberapa dijadikan kedok untuk berbagai tindak kejahatan, termasuk pencucian uang. Sedikitnya 342 pekerja ilegal asal China yang ditangkap dalam penggerebekan, ditangkap di sebuah perusahaan judi yang terdaftar, namun belum mendapatkan lisensi dari regulator judi setempat. "Kami memiliki alasan untuk mencurigai perusahaan itu dijadikan kedok untuk aktivitas siber ilegal dan penipuan investasi," sebut Kepala Divisi Intelijen pada Biro Imigrasi Filipina, Fortunato Manahan.

Meskipun Presiden Rodrigo Duterte memiliki hubungan baik dengan China, di mana judi dilarang, dia menolak permintaan China untuk melarang aktivitas judi yang diperuntukkan bagi warga China daratan.