Dunia Judi Situs informasi lengkap perjudian

Kiper Terbaik Dunia Menjadi Komentator Piala Eropa EURO 2020

Peter Schmeichel mantan kiper terbaik di dunia yang menjadi komentator Piala EROPA EURO 2020

Menyaksikan pertandingan sepak bola atau pertandingan olahraga apapun tanpa adanya komentor ibarat makan sayur tanpa garam, alias hambar. Untuk Piala Eropa 2020 atau Euro 2020 mendatang, salah satu kiper terbaik di dunia asal Denmark, Peter Schmeichel akan menjadi komentator dalam pertandingan sepakbola terbesar di Eropa itu yang akan digelar pada 12 Juni - 12 Juli 2020. Ini tentu menarik, karena sebagai pemain Judi Online khususnya judi bola online, Anda tentu membutuhkan informasi akurat untuk dapat memenangkan taruhan judi bola online.

Prestasi Peter Schmeichel

Peter Schmeichel berhasil mendapatkan dua gelar bergengsi, saat ayah dari Kasper Schmeichel itu saat masih aktif bermain. Ya, Schmeichel sukses merebut 11 trofi selama delapan tahun membela Manchester United, Inggris. Koleksi gelarnya sangat lengkap. Mulai dari juara Liga Inggris, Piala FA, Piala Liga, Liga Champions hingga Piala Super Spanyol.

Di tim nasional sepak bola Denmark, Schmeichel juga mampu memberikan prestasi membanggakan. Di mana dia turut membawa Denmark menjuarai Piala Eropa 1992. In tentu mengejutkan, karena siapa mengira Denmark bisa mengalahkan Jerman di final 2-0. Ketangguhan Schmeichel di bawah mistar gawang turut menjadi faktor menentukan kesuksesan Denmark mempermalukan Jerman, bahkan Schmeichel ketika itu dinobatkan sebagai kiper terbaik Piala Eropa 1992.

Schmeichel hingga saat ini tak bisa melupakan momen menjuarai Piala Eropa1992. Dia menyatakan gelar juara Euro 1992 merupakan sukses terbesar dalam kariernya. “Memenangkan Euro 1992 adalah sorotan besar dalam karier saya, tidak diragukan lagi,” ujar Schmeichel yang baru saja dipercaya sebagai brand ambassador 188BET.

Kilas Balik Kemenangan Denmark di Euro 1992

Dalam sepak bola segalanya bisa terjadi dan karena itu jangan pernah berhenti bermimpi. Dan timnas Denmark telah membuktikan itu dalam Piala Eropa 1992, di mana meski mereka berstatus sebagai tim hiburan, mereka tampil luar biasa sehingga dapat menggelar pesta di Swedia. Denmark sebenarnya tidak lolos ke putaran final karena hanya berstatus sebagai runner-up pada babak kualifikasi. Namun, Denmark mendapatkan kesempatan tampil di Swedia karena Yugoslavia didiskualifikasi setelah terkena sanksi PBB terkait perang Yugoslavia yang berlangsung sejak 1991.

Peter Schmeichel dan kawan-kawan kemudian menempati Grup I bersama tuan rumah Swedia, Prancis, dan Inggris. Pada putaran grup tersebut, Denmark menjadi mengamankan tiket ke babak empat besar setelah menjadi runner-up, sementara status juara grup diraih Swedia. Sementara itu, juara bertahan Belanda keluar sebagai juara Grup II, ditemani Jerman yang finis di urutan kedua. Awalnya, Belanda diprediksi bakal menang mudah atas Denmark untuk melangkah ke partai final. Namun, prediksi itu ternyata salah.

Laga final kemudian bagai David yang menantang Goliath, karena Denmark kembali menantang raksasa Eropa, Jerman. Namun, tak disangka, dengan mengandalkan pertahanan kuat serta permainan counter-attack, pelatih Richard Moller-Nielsen, sukses membawa Denmark untuk kali pertama menjadi juara. Tak tanggung-tanggung, Jerman seakan dibuat tak berdaya setelah dihajar dua gol tanpa balas berkat torehan John Jensen dan Kim Vilfort. Kesuksesan itu pada akhirnya membuat Denmark mendapat julukan “Tim Dinamit” karena mampu meluluhlantakkan tim-tim raksasa Eropa.

Schmeichel menjadi sorotan publik sepak bola karena tampil impresif saat menjaga gawang Denmark sepanjang turnamen. Kala itu, dia sudah setahun bergabung dengan Manchester United."Itu (keberhasilan Denmark menjuarai Piala Eropa 1992) sangat dan benar-benar luar biasa. Pada saat itu Anda hanya bisa berpikir, “Ya Tuhan, kami ternyata benar-benar bisa melakukan hal ini. Ini bukanlah mimpi,” kenang Schmeichel.

Jadi bagaimana para pemain Judi Bola Online, apakah Anda akan bertaruh untuk Denmark pada Piala Eropa 2020 kali ini?