Mengapa Judi Online Bisa Menjadi Candu?

by DuniaPenjudi.com

Mengapa judi online bisa membuat anda kecanduan

Fenomena judi itu sejatinya sudah terjadi sejak dahulu. Ya, peradaban umat manusia, sepertinya, tidak bisa lepas sepenuhnya dari gaya hidup ini. Pun demikian di era seperti saat ini. Ada sedikit pergeseran dalam aplikasi judi di mana era digital telah memungkinkan orang melakukan judi online. Seperti bola tangkas, slot online, sbobet, casino, poker dan lain sebagainya. Ini adalah sederet Judi Online yang tengah digandrungi di Indonesia.

Di Indonesia sendiri, dulu perjudian jenis togel pernah dilegalkan. Namanya SDSB. Sekarang judi jenis ini, seperti toto gelap (togel), sudah dilarang oleh pemerintah. Walau pun, diam-diam masih ada yang nekat untuk melakukannya.

Di dunia olah raga sendiri,aktivitas judi pun cukup marak. Ada banyak orang memanfaatkan permaian seperti bola basket, sepak bola, tenis, badminton, pacuan kuda, mogo gp, balap sepeda, baseball, boxing, golf, rugby, ice hockey, bola voli, dan lainnya sebagai ajang untuk berjudi. Dan yang paling populer di antaranya adalah judi bola online. Intinya, di setiap momen dalam kehidupan sosial masyarakat, ada banyak hal yang digunakan oleh orang untuk bertaruh.

Apa yang membuat judi itu menarik?

Anda mungkin berpikir judi adalah soal menang, tetapi sejumlah studi menunjukkan bahwa segala sesuatunya tidak sesederhana itu. Mengapa penjudi, bahkan yang gagal, terus-menerus bermain judi? Tidak ada yang suka kehilangan, namun entah kenapa mereka terus berjudi. Jika bandar yang selalu menang, mengapa orang-orang tetap mau berjudi? Orang yang kecanduan judi sering mengaku bahwa meskipun mengalami kerugian, ada dorongan yang terus membawa mereka kembali bermain judi termasuk judi online atau kembali ke meja poker.

“Saya ingin bertaruh sepanjang waktu,” kenang seorang mantan pecandu judi. “Saya menyukainya, khususnya sensasi yang saya rasakan saat memenangkan permainan judi." Bahkan pernah terjadi, seorang eksekutif Wall Street mengaku menipu keluarga, teman, dan lainnya lebih dari $100 juta untuk memenuhi keinginan untuk berjudi. “Itu hanya cara bagi saya untuk mendapatkan uang untuk memenuhi hasrat berjudi,” akunya.

Lalu, bagaimana aktivitas bermian judi membuat itu menjadi benar-benar penting dibandingkan apa yang dikorbankan?

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah bahwa, orang tidak hanya berjudi untuk prospek menang. Mark Griffiths, seorang psikolog di Nottingham Trent University, Amerika Serikat, yang berspesialisasi dalam perilaku kecanduan menunjukkan bahwa, para penjudi melakukan untuk kebiasaan mereka karena berbagai motivasi. "Bahkan ketika Anda kalah saat berjudi, tubuh Anda masih memproduksi adrenalin dan endorfin," jelas Mark Griffiths.

Dalam survei terhadap 5.500 penjudi di Amerika Serikat, prospek peluang untuk “memenangkan banyak uang dalam judi” adalah faktor terkuat. Tetapi juga diikuti oleh “karena itu menyenangkan” dan “karena itu menarik”. Lalu, Anda sendiri mengapa bermain judi?

Mobile Dekstop